Jumat, 18 November 2011

Pengaruh Individu

PERILAKU INDIVIDU DAN PENGARUHNYA TERHADAP ORGANISASI

Dimensi Manusia
Schein mengidentifikasikan empat tipe asumsi menejemen terhadapa karyawannya:
Manusia Rasional-Ekonomis : Asumsi model ini adalah bahwa orang mengevaluasi pelbagai tindakan dan memilih yang potensial memberikan manfaat maksimal.
Manusia Sosial : Karyawan termotivasi pada kebutuhan sosial melalui hubungan dengan orang lain.
Manusia yang mengaktualkan diri : Manusia memotivasi dan mengontrol diri untuk mendorong mereka bekerja.
Manusia Kompleks : Manusia bersifat kompleks dan selalu berubah. Karyawan bisa saja mengadopsi motif baru berkat pengalaman mereka.

Dengan demikian bahwa manusia dapat digolongkan ke dalam berbagai asumsi sesuai dengan kebutuhan manusia itu sendiri. Bagi para ahli yang mendukung teori-teori tentang manusia dan peranannya dalam setiap kegitan keorganisasian ataupun kegitan bekerja lainnya, bahwa manusia selalu berada dalam tahapan-tahapan untuk mencari tempat yang sesuai dengan motivasi dan kebutuhannya sendiri.

F. EFEKTIVITAS
Keefektifan adalah penilaian yang dibuat secara individu sehubungan dengan prestasi individu, kelopok, dan organisasi. Makin tinggi prestasi terhadap prestasi yang diharapkan, maka makin lebih efektif kita menilai mereka.
Keefektifan terdiri dari tiga perspektif:
Keefektifan individual ; Perspektif ini menekankan pelaksanaan tugas dari pekerja atau organisasi.
Keefektifan kelompok ; Perspektif ini adalah jumlah sumbangan dari anggotanya.
Keefektifan organisasi; Perspektif keefektifan organisasi adalah keefektifan individu dan kelompok.

Hubungan ketiga keefektifan tersebut bahwa keefektifan kelompok tergantung pada keefektifan individu, dan keefektifan organisasi tergantung pada keefektifan kelompok.

Kriteria keefektifan meliputi:
Produksi
Efisiensi
Kepuasan
Keadaptasian
Pengembangan

G. PERILAKU
Perilaku organisasi adalah penelaahan tentang individu dan kelompok dalam organisasi. Sebuah organisasi juga mempunyai perilaku yang sama dengan perilaku manusia.
 Perilaku berhubungan dengan kepribadian dan sikap. Perilaku yang baik akan menentukan keprbadian dan sikap yang baik pula. Perilaku individu adalah perilaku yang dimiliki oleh setiap orang. Perilaku seseorang dengan orang lain berbeda – beda. Perbedaan ini menentukan keunikan individu tersebut, sehingga juga berpengaruh pada keunikan yang terdapat dalam organisasi. Seorang manajer harus paham betul akan keunikan para pegawainya.
Dalam aliran perilaku memandang bahwa organisasi terdiri dari tugas – tugas dan manusia. Adanya peranan anggota dalam kelompok sebagai faktor yang menentukan terbentuknya perilaku organisasi. Kebiasaan dan norma kelompok membentuk perilaku dan mempengaruhi tingkat produktivitasnya.

H.  PERILAKU INDIVIDU YANG MENDUKUNG EFEKTIVITAS ORGANISASI
Perilaku individu akan memotivasi seseorang untuk memenuhi tingkaat kebutuhan individu yang tertinggi, yaitu kebutuhan akan perwujudan diri. Kebutuhan ini untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dengan memaksimumkan pemanfaatan kemampuan, keahlian, dan potensi seseorang secara penuh. Akan tetapi, sebuah organisasi tidak dapat melepaskan begitu saja dari kebutuhan dasar manusia.
 Proses untuk memenuhi kebutuhan perwujudan diri dilakukan dengan mengefektifkan kinerja sehingga tercapai sebuah prestasi yang tinggi.
Apabila seorang karyawan dapat memotivasi dirinya untuk memaksimalkan potensi tersebut dan merancang strategi untuk mencapai efektivitas kinerja secara pribadi, tentunya dia akan mengefektivitaskan kelompok dan mengarah kepada efektivitas organisasi.

Sebuah organisasi besar yang dapat dikatakan sukses dalam menjalankan sebuah proses produksi dan jasa, tentunya tidak lepas dari kepiawaian dari manajer atau pimpinan puncak yang mendesain organisasi tersebut ke arah sebuah keefektifan kinerja denga mempertimbangkan unsur – unsur dan potensi- potensi yang dimiliki oleh individu – individu tersebut.
Variabel yang Mempengaruhi Perilaku Organisasi
 A. Variabel-Variabel Dependen
Yaitu factor-faktor kunci yang ingin dijelaskan atau diperkirakan dan yang terpengaruh sejumlah factor lain (suatu respons yang dipengaruhi oleh suatu variable bebas.
 Variabel-variabel dependen tersebut antara lain :
 1. Produktivitas
 Yaitu suatu ukuran kinerja yang mempengaruhi keefektifan dan efisiensi.
 2. Keabsenan (kemangkiran)
 Yaitu gagal atau tidak melapor untuk bekerja
 3.Pengunduran diri (keluar masuknya karyawan)
 Yaitu penarikan diri secara sukarela dan tidak sukarela dari suatu organisasi
 4. Kepuasan kerja
Yaitu suatu sikap umum terhadap pekerjaan seseorang atau selisih antara banyaknya ganjaran yang diterima seorang pekerja dan banyaknya yang mereka yakini seharusnya mereka terima.
 B. Variabel-Variabel Independen
 1.Variabel-variabel level individu
 a. Usia
 c. Status perkawinan
 b. Jenis kelamin
 d. Masa kerja
 2.Variabel-variabel level kelompok
 3.Variabel-variabel level system organisasi


Stress Individu
 Stress adalah tekanan atau ketegangan yang dihadapi seseorang dan mempengaruhi
 emosi, pikiran, serta kondisi keseluruhan dari orang tersebut.
 Faktor pemicu stress disebutstressor
 Stressor dibagi menjadi dua, antara lain :
 1.Stressor On The Job (dari dalam lingkungan pekerjaan)
 a)Beban kerja berlebih (overload)
 b)Desakan waktu (deadline)
 c)Kualitas pembimbingan rendah/low supervise
 d)Iklim politis tidak aman/low comfort
 e)Umpan balik kerja rendah/low feedback
 f)Wewenang tidak memadai/low authority
 g)Ketidakjelasan peranan/role ambiguity
 h) Frustasi/putus asa
 i)Konflik antar pribadi atau kelompok
 j)Perbedaan nilai individu dan organisasi
 k)Perubahan situasi kantor yang mengejutkan
 2.Stressor Off The Job (dari luar lingkungan pekerjaan)
 a)Krisis keuangan pribadi atau keluarga
 b)Permasalahan-permasalahan tentang anak
 c)Permasalahan-permasalahan tentang fisik
 d)Permasalahan-permasalahan dalam perkawinan
 e)Perubahan situasi rumah atau lingkungan
 f) Permasalahan-permasalahan lainnya
 Dampak stressor dipengaruhi oleh berbagai factor yaitu :
 1. Sifat stressor
 Yaitu pengetahuan individu tentang stressor tersebut dan pengaruhnya pada individu
 tersebut.
 2. Jumlah stressor
 Yaitu banyaknya stressor yang diterima individu dalam waktu bersamaan.
3. Lama stressor
 Yaitu seberapa sering individu menerima stressor yang sama
 4.Pengalaman masa lalu
 5. Tingkat perkembangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar